Waspada Jejak Digital Kamu Di Media Sosial!

Hera Oktavia/ Karir & Pendidikan/ 0 comments

Hi, JULOvers! Di jaman sekarang, menjaga image atau pencitraan di internet itu sangat diperlukan. Karena image baik itu sangat penting di mata orang lain, dan bisa menjadi aset untuk kita di masa depan, lho. Apalagi untuk jobseeker yang sedang mencari pekerjaan, nih.

Dalam proses rekrutmen, sejumlah perusahaan biasanya menjadikan jejak digital seseorang sebagai bahan pertimbangan, pelamar tersebut dapat diterima atau tidak. Nah, apakah kamu sudah tahu, kalau HRD itu biasanya sering sekali melihat media sosial (background checking) dan mencari jejak digital sebelum kamu melamar pekerjaan atau bahkan saat proses interview?

Bukan tidak mungkin HRD akan memperhatikan kamu melalui internet selain melihatnya dari CV. Dengan sekali ketik, semua jejak digital kamu terekam! Jangan sampai, karena melihat media sosial dan menemukan jejak digital kamu, yang mungkin banyak kata-kata kasar atau konten-konten yang tidak senonoh, ada kemungkinan lamaran kamu akan ditolak.

Baca juga: Ingin Cepat Diterima Kerja? Ini Cara Membuat CV Menarik!

Nah, untuk menghindari nantinya kamu memiliki jejak digital yang negatif, sebaiknya sebelum kamu sharing konten ke internet, lakukan tahap “THINK” ini, JULOvers!

T (True)
Pastikan informasi atau konten yang akan kamu share itu benar atau tidak. Jangan sampai kamu menyebarkan hoax dan meninggal jejak digital yang negatif di media sosial.

H (Helpful)
Apakah informasinya berbobot? Tinggalkan jejak digital yang positif di media sosial kamu dengan memberikan informasi yang berbobot dan berguna.

I (Illegal)
Apakah konten yang akan kamu share terlarang untuk dibagikan? Seperti yang sebelumnya JULO sampaikan, sebaiknya konten yang kamu share di media sosial tidak bersifat SARA, mengandung hoax, dan konten-konten tidak senonoh agar jejak digital kamu bersih.

N (Necessary)
Penting atau tidak sih, informasi tersebut untuk dibagikan? Nah, kamu jangan sembarangan membagikan informasi yang tidak berguna. Apalagi hanya berupa keluhan-keluhan kamu soal pekerjaan, dan lain-lain. Karena HRD akan menilai jejak digital kamu dari hal tersebut, dan tentunya kekhawatiran bocornya informasi perusahaan bisa saja berawal dari menerima karyawan yang seperti itu.

K (Kind)
Apakah informasi ini baik untuk dibaca orang lain? Nah, selain konten yang akan kamu share tidak bersifat SARA, dan mengandung hoax, alangkah baiknya kamu share konten-konten yang dapat memberikan informasi yang tentunya informatif dan berbobot bagi orang lain.


Source: Google

Bahkan beberapa berita yang telah beredar, banyak sekali karyawan di PHK karena media sosialnya. Jadi untuk itu, ketika kamu hendak melamar pekerjaan, atau suatu saat kamu membutuhkan pekerjaan, perhatikan jejak digital kamu dari sekarang. Mulai sekarang, bagikanlah konten-konten yang positif, karena nomor satu adalah jejak digital, dan jejak digital itu sulit dihapus.

Semangat ya, untuk kamu yang sedang mencari pekerjaan di masa pandemi ini. JULO tahu, keadaan sedang sangat sulit untuk mencari pekerjaan. Jangan menyerah, karena masa depanmu ada ditangan kamu sendiri. Apabila saat ini kamu belum mendapatkan pekerjaan, cobalah untuk tetap mencari sambil meningkatkan keahlian kamu.

Nah, setelah apa yang JULO sampaikan terkait jejak digital ini, menurut kamu seberapa penting sih, pencitraan di media sosial demi memiliki jejak digital yang positif? Komen yuk di bawah!

Baca juga: Begini Cara Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik & Benar!

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*