Butuh Dana Darurat untuk Biaya Kesehatan Saat Pandemi, Bagaimana Solusinya?

Indira A/ Gaya Hidup, Keuangan & Bisnis/ 0 comments

JULOvers, tahukah kamu apa itu dana darurat? Secara simpel, dana darurat merupakan uang yang tersedia dan dapat kamu ambil ketika membutuhkannya. Dana darurat ini, bisa kamu gunakan di saat ada kebutuhan yang tidak disangka-sangka seperti kecelakaan, musibah becanda alam, dan sesuatu yang bersifat darurat atau emergensi. 


Tidak semua orang sadar tentang dana darurat, sekalipun mereka yang sudah berkeluarga. Padahal, dana darurat sangat bermanfaat dan penting untuk disiapkan lho. Terlebih lagi, masa pandemi seperti ini, banyak sekali pekerja yang harus rela gajinya dipotong, di rumahkan atau bahkan terpaksa terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Lalu apa hubungannya dana darurat dan PHK? Kita coba kulik lagi ya, contoh kasusnya.

Baca juga: Bagaimana Cara Prioritaskan Gaji yang Tepat? Cari Tahu di Sini!

Contoh kasus & pentingnya dana darurat dalam keuangan JULOvers: 

Andi merupakan karyawan swasta perusahaan x. Karena pandemi, perusahaan Andi terpaksa harus melakukan PHK besar-besaran dan Andi termasuk salah satu karyawan yang di PHK. Andi telah berkeluarga, memiliki seorang istri dan 2 orang anak yang masih sekolah. Istri Andi tidak bekerja alias seorang Ibu Rumah Tangga (IRT). Andi memiliki cicilan KPR, cicilan motor dan kebutuhan-kebutuhan keluarga yang harus ia tanggung.

PHK yang dilakukan oleh perusahaan Andi sangat mendadak dan situasi untuk mencari pekerjaan baru tidaklah mudah di saat pandemi seperti ini. Andi & istri tidak memiliki tabungan maupun investasi karena semua gaji dihabiskan untuk cicilan, kebutuhan sehari-hari dan biaya-biaya seperti biaya sekolah anak dan biaya rekreasi seperti jalan-jalan ke mall, berlibur, makan di luar dan pengeluaran konsumtif lainnya. 

Di saat mendadak kehilangan pekerjaan seperti ini, pesangon yang Andi dapatkan juga tidaklah full karena perusahaan tidak mampu membayar. Lalu bagaimanakah nasib Andi & keluarga kecilnya untuk tetap bisa bertahan sampai Andi mendapatkan pekerjaan barunya? Bagaimanakah nasib cicilan KPR, cicilan motor, biaya pendidikan anak, dll yang biasanya berasal dari gaji bulanan Andi? Terlebih lagi jika ada keperluan mendesak dan keadaan darurat, misalnya untuk biaya kesehatan. Kalau Andi & istri memiliki tabungan, dana darurat dan dana darurat biaya kesehatan, beban tersebut tentu bisa menjadi lebih ringan. 

Sampai sini, sudah paham kan JULOvers betapa pentingnya dana darurat? Sekarang, kita ambil contoh lagi yuk, misalnya dana darurat biaya kesehatan. Di masa pandemi ini, kesehatan menjadi salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan oleh setiap orang. Virus COVID-19 masih berada di sekitar kita dan masih sangat perlu diwaspadai. Kasus di Indonesia terus meningkat, bahkan angkanya telah menyentuh ratusan ribu kasus dan ribuan kasus baru setiap harinya. Tidak hanya berdampak pada kesehatan, namun berhubungan juga dengan sektor perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, dana darurat biaya kesehatan juga penting untuk kamu persiapkan. 

Kesehatan tidak bisa kita prediksi, sakit tidak bisa pastikan kapan datangnya, jadi pastikan kamu telah mempersiapkan dana darurat biaya kesehatan. Ambil contoh yuk, biaya test COVID-19 pada umumnya!

  1. Rapid Test: Sebuah keluarga terdiri dari 4 orang, satu kali biaya rapid test adalah sekitar Rp 150.000 x 4 = Rp 600.000 untuk satu kali rapid test. 
  2. Swab Test: Sebuah keluarga terdiri dari 4 orang, satu kali biaya swab test adalah kisaran Rp 900.000 – Rp 2.000.000, kita ambil harga rata-ratanya yaitu Rp 1.500.000 x 4 = Rp 6.000.000 untuk satu kali swab test

Besar sekali ya biaya yang perlu dikeluarkan untuk satu kali test COVID-19? Bagaimana jika kamu tidak memiliki dana darurat biaya kesehatan, namun diwajibkan untuk test COVID-19 atau untuk keperluan biaya kesehatan lainnya? Kesehatan memang mahal harganya ya, JULOvers. Oleh karena itu, yuk mulai jaga kesehatan dan persiapkan dana darurat biaya kesehatan agar kondisi ekonomi keluarga tidak mengalami gangguan ketika sesuatu yang diluar dugaan terjadi. Oh ya, jika kamu atau keluargamu memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan tertentu atau membutuhkan pengobatan rutin, dana darurat biaya kesehatan juga penting sekali untuk kamu mulai persiapkan. Yuk, mulai benahi keuanganmu dan keluarga!

Namun, jika kamu sedang dalam kondisi membutuhkan dana darurat biaya kesehatan namun kamu maupun keluargamu belum memiliki dana darurat biaya kesehatan tersebut, JULO memiliki solusi yang tepat untukmu. Kamu bisa mengajukan pinjaman online bunga rendah untuk dapat mengcover dana darurat biaya kesehatan tersebut. JULO menawarkan pinjaman online hingga 8 juta rupiah dengan bunga mulai dari 0,1% per harinya. Tenang, kamu juga bisa mencicil pinjaman tersebut hingga 6 bulan lamanya. 

Smart Start with JULO - Sri Wahyudi 1 1080x1080.png

Baca juga: JULO Memberikan Pelayanan yang Baik Untuk Membantu Kesehatan Nasabah

Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk pengajuan pinjaman di aplikasi JULO untuk dana darurat biaya kesehatan dan kebutuhan lainnya, sebagai berikut:

Persyaratan umum:

  1.  Berdomisili di wilayah Indonesia (Warga Negara Indonesia)
  2.  Berusia 21 – 59 tahun
  3. Pengajuan menggunakan Smartphone milik sendiri yang aktif digunakan paling sedikit 1 bulan terakhir ini. 
  4. Pegawai swasta / negeri dengan penghasilan minimal Rp.3.000.000/bulan

Dokumen Yang Dibutuhkan:

  1. E-KTP 
  2. Foto Selfie
  3. Slip Gaji (Optional)
  4. BPJS Ketenagakerjaan (Optional)
  5. Memiliki Rekening Bank Pribadi

Baca juga: Begini Cara Mudah Pengajuan Pinjaman JULO!

Tidak perlu khawatir juga karena JULO merupakan 1 dari 33 Fintech berizin resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ada di Indonesia. Jadi sudah dipastikan aman ya! Tertarik untuk mengajukan pinjaman di JULO untuk dana darurat biaya kesehatan maupun kebutuhan lainnya? Kamu bisa klik di sini ya. 

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*