PSBB DKI Jakarta Jilid II Diperketat, Yuk Perhatikan 6 Poin Penting Berikut Ini!

Indira A/ Gaya Hidup/ 0 comments

JULOvers, perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia belum kunjung membaik. Setiap harinya, ribuan kasus positif COVID-19 terus bertambah dan semakin mengkhawatirkan. Tiap wilayah memiliki cara masing-masing untuk menekan tingkat penyebaran virus ini, seperti halnya Ibukota DKI Jakarta. Selama dua pekan ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memperketat dan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta Jilid II. PSBB DKI Jakarta kali ini disebut-sebut akan sama seperti PSBB DKI Jakarta yang pertama kali dijalankan saat awal pandemi COVID-19. Hal ini disebabkan karena kasus COVID-19 di Jakarta terus meningkat, serta fasilitas kesehatan yang mulai penuh.

Nah, dikutip langsung dari media sosial resmi (@DKIJakarta) terkait diberlakukannya kembali PSBB DKI Jakarta jilid II sejak tanggal 14 September 2020, berikut adalah poin penting yang perlu kamu perhatikan jika kamu adalah warga Jakarta atau harus melakukan aktivitas di Jakarta selama PSBB DKI Jakarta jilid II berlangsung: 

Baca juga: Cari Tahu Cara Terbaik Untuk Mencegah Virus Corona di Sini!

1. PSBB DKI Jakarta: Kegiatan Perkantoran ditutup & Bekerja dari Rumah

Poin penting pertama terkait PSBB DKI Jakarta yang perlu kamu perhatikan adalah anjuran untuk bekerja dari rumah (WFH). Sebelumnya, beberapa perusahaan telah beroperasi seperti sebelum pandemi namun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Namun kini, hanya ada 11 bidang usaha yang boleh berjalan, namun juga harus membatasi jumlah karyawan yang bekerja dari kantor. Apa saja 11 bidang usaha tersebut?  Kita simak sama-sama ya!

Sumber: Instagram Pemprov DKI Jakarta

Berikut Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta terkait kegiatan belajar dan bekerja dari rumah: 

  • Kewajiban pimpinan tempat kerja/kantor selama pembatasan sementara aktivitas bekerja di tempat kerja/kantor
  • Pengecualian pembatasan sementara aktivitas bekerja di tempat kerja/kantor untuk kantor Perwakilan Negara Asing dan/atau Organisasi Internasional dalam menjalankan fungsi diplomatik dan konsuler serta fungsi lainnya sesuai ketentuan hukum internasional
  • Pengecualian untuk Badan Usaha Milik Negara/Daerah yang turut serta dalam penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) dan/atau dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat mengikuti pengaturan dari kementerian terkait dan/atau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
  • Pengecualian untuk pelaku usaha yang bergerak pada sektor:
    1) kesehatan;
    2) bahan pangan/makanan/minuman;
    3) energi;
    4) komunikasi dan teknologi informasi;
    5) keuangan;
    6) logistik;
    7) perhotelan;
    8) konstruksi;
    9) industri strategis;
    10) pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek
    tertentu; dan/atau
    11) kebutuhan sehari-hari.
  • Pengecualian juga berlaku untuk organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak pada sektor kebencanaan dan/atau sosial

2. PSBB DKI Jakarta: Tempat Hiburan Harus Tutup

Sumber: Instagram Pemprov DKI Jakarta

Poin penting berikutnya terkait PSBB DKI Jakarta jilid II adalah tentang ditutupnya tempat-tempat hiburan yang ada di Jakarta. Dilansir dari Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta, berikut 27 tempat hiburan yang akan ditutup selama masa PSBB DKI Jakarta jilid II:

  1. Kawasan Monas 
  2. Ancol 
  3. Kawasan Kota Tua 
  4. TM Ragunan 
  5. Anjungan DKI di TMII
  6. Planetarium Jakarta
  7. Taman Ismail Marzuki
  8. PBB Satu Babakan
  9. Rumah Si Pitung
  10. Lab Tari dan Karawitan Condet
  11. Pulau Cipir
  12. Pulau Kelor
  13. Pulau Onrust
  14. Tugu Proklamasi
  15. Museum Joang ’45
  16. Museum Bahari
  17. Museum Wayang
  18. Museum Tekstil
  19. Museum Seni Rupa dan Keramik
  20. Museum MH. Thamrin
  21. Museum Taman Prasasti
  22. Museum Sejarah Jakarta
  23. Gedung Kesenian Jakarta
  24. Gedung latihan kesenian (5 Wilayah Kota)
  25. Miss Tjitjih
  26. Wayang Orang Bharata
  27. Taman Benyamin Suaeb

3. PSBB DKI Jakarta jilid II: Kegiatan Belajar Tetap Berlangsung dari Rumah

Masih sama dengan PSBB DKI Jakarta jilid I, kegiatan belajar mengajar akan tetap berlangsung dari rumah secara online. Pemprov DKI Jakarta menghimbau kepada seluruh instansi pendidikan dan sekolah untuk melanjutkan sistem belajar daring/online dari rumah sampai waktu yang akan diumumkan.

4. PSBB DKI Jakarta Jilid II: Usaha Makanan Diperbolehkan Buka, Namun dibatasi

Poin penting lainnya terkait PSBB DKI Jakarta jilid II adalah terkait usaha makanan yang diperbolehkan untuk buka, namun dibatasi. JULOvers di sini sudah ada yang sempat jalan-jalan ke mall atau makan di restoran lagi belum? Sayang sekali ya, untuk kebaikan bersama dan menekan penyebaran virus COVID-19, kita tidak bisa lagi merasakan sensasi makan di restoran atau ngopi di coffee shop. Menurut peraturan yang berlaku, selama PSBB DKI Jakarta jilid II berlangsung, usaha makanan hanya memperbolehkan customer untuk membawa pulang makanan/minuman atau mengantar langsung makanan kepada pembeli maupun via ojek online.

Baca juga: Tetap Beroperasi, JULO Salurkan Pinjaman Produktif Nasabah di Masa Pandemi

5. PSBB DKI Jakarta Jilid II: Tempat Ibadah Dibatasi

Belum lama ini rumah ibadah telah kembali dibuka, namun dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Dengan diberlakukannya kembali PSBB DKI Jakarta jilid II, tempat ibadah akan kembali mengalami penyesuaian. Tidak semua tempat ibadah akan dibuka dan terbatas hanya untuk warga setempat dengan protokol kesehatan yang sangat ketat juga. Jadi sementara, beribadah dari rumah dulu ya JULOvers. 

6. PSBB DKI Jakarta jilid II: Transportasi Publik Dibatasi & Ganjil Genap ditiadakan

Sumber: Instagram Pemprov DKI Jakarta

Poin penting terakhit tentang PSBB DKI Jakarta jilid II yang perlu kamu perhatikan adalah pembatasan transportasi publik serta ganjil genap yang ditiadakan. Transportasi publik akan dibatasi dengan ketat dari segi jumlah penumpang serta jam operasionalnya. Jadi pastikan kamu memperhatikan aturan dari masing-masing transportasi publik sebelum kamu menggunakannya ya, JULOvers. 

Baca juga: Mulai Bekerja dari Rumah? Simak Tips Work From Home Berikut Ini!

Itu dia JULOvers, 6 poin penting terkait diberlakukannya kembali PSBB DKI Jakarta jilid II. Jika kamu melihat masyarakat DKI Jakarta setempat yang melanggar aturan PSBB DKI Jakarta jilid II, jangan ragu untuk segera melaporkannya ya. Ini adalah beberapa kanal dan tata cara pengaduan laporan pelanggaran PSBB DKI Jakarta dilansir dari media sosial resmi Pemprov DKI Jakarta:

  • Aplikasi online JAKI (jakarta kini)
  • Twitter @DKIJakarta
  • Facebook Pemprov DKI Jakarta
  • Email dki@jakarta.go.id
  • Media sosial Gubernur
  • SMS ke 0811272206
  • Website jakarta.go.id
  • Aplikasi QLUE
  • Kantor Kelurahan
  • Kantor Kecamatan
  • Kantor Walikota
  • Pendopo Balai Kota
  • Kantor Inspektorat
  • LAPOR 1708

Perhatikan & cantumkan juga:

  • Deksripsikan keramaian atau kerumunan yang kamu temui
  • Cantumkan alamat lengkap (RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan) dari kegiatan keramaian yang ditemukan.
  • Menggunakan tata bahasa yang baik dalam menulis laporan
  • Melampirkan dokumen pendukung seperti foto atau video

JULOvers, semoga artikel kali ini dapat membantu serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi kalian ya. Yuk, bantu Pemerintah untuk menekan laju penyebaran virus COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjurannya. Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak aman ya! Stay safe and stay healthy, JULOvers..

Referensi: Instagram Pemprov DKI Jakarta

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*