Ingin Terhindar dari COVID-19? Yuk, Gunakan Masker Rekomendasi Kementerian Kesehatan!

Hera Oktavia/ Gaya Hidup/ 0 comments

JULOvers, tidak terasa ya Covid-19 sudah mewabah di Indonesia selama kurang lebih 8 bulan lamanya. Per 26 Oktober 2020 kemarin, total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 392.934. Sudah sangat mengkhawatirkan ya, JULOvers! Selain jumlah pasien positif Covid-19 yang terus bertambah, korban meninggal dunia akibat virus ini juga terus bertambah.

Untuk mencegah penyebaran virus tersebut, ada baiknya kita mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker saat bepergian, rajin mencuci tangan setelah beraktivitas, dan menjaga jarak saat berkomunikasi.

Baca juga: PSBB DKI Jakarta Jilid II Diperketat, Yuk Perhatikan 6 Poin Penting Berikut Ini!

Masker menjadi salah satu cara mencegah penularan Covid-19 yang efektif. Namun tidak sembarangan masker bisa dipakai, agar masker yang digunakan bisa berfungsi dengan baik dan maksimal.

Umumnya, masker yang digunakan oleh masyarakat adalah masker kain. Namun masker kain yang digunakan oleh masyarakat tidak boleh sembarangan dengan kain tipis, seperti masker scuba. Masker scuba dianggap tidak efektif dalam menahan penyebaran droplet pada saat berbicara, batuk, ataupun bersin karena kainnya yang terlalu tipis. Masker scuba dianggap terlalu tipis, karena pada saat ditarik, pori-pori masker tersebut akan terbuka dengan lebar. Oleh karenanya, masker scuba tidak dianjurkan untuk digunakan. Sedangkan masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan menyebarnya droplet.

Nah, untuk itu, Kementerian kesehatan merekomendasikan masker yang harus digunakan demi mencegah penularan Covid-19. JULOvers, kali ini JULO akan membahas 3 masker yang direkomendasikan oleh kementerian kesehatan.

Apa saja 3 jenis masker tersebut? Yuk, simak sama-sama dalam artikel kali ini!

  1. Masker N95

Masker yang memberikan perlindungan yang lebih efektif dari masker lainnya adalah masker N95. Masker jenis reseptor ini bisa menyaring partikel yang berukuran besar hingga kecil. Sesuai dengan namanya, masker N95 ini pun bisa melindungi sampai 95 persen dari partikel yang ukurannya sangat kecil.

  1. Masker Kain

Masker kain adalah jenis masker yang dianggap lebih efektif daripada masker scuba. Biasanya kain ini dibuat dari bahan yang ditenun rapat dan terdiri dari 2 sampai 3 lapis untuk mengurangi penyebaran droplet.

Baca juga: Sosialisasi Online di Tengah Pandemi, Cara JULO Edukasi Mahasiswa Tentang Fintech

Penggunaan masker kain juga tidak boleh digunakan lebih dari 3 jam ya, JULOvers. Karena lapisan terdalam kain akan menyerap droplet atau cairan dari mulut kita. Ada baiknya kamu membawa masker kain cadangan pada saat bepergian dan beraktivitas agar dapat menggantinya setiap 3 jam sekali. 

  1. Masker Bedah

Jenis masker satu ini juga sering digunakan untuk mencegah penyebaran virus, yaitu masker medis atau masker bedah. Meskipun sekali pakai, masker bedah ini bisa melindungi hidung dan mulut dari droplet yang mengandung kuman ataupun virus. Selain itu, masker bedah ini bisa menyaring partikel-partikel lebih besar di udara dan memberikan perlindungan juga di saat persediaan masker N9 tidak mencukupi.

Masker bedah biasanya memiliki 3 lapisan (layer), atau sering disebut 3 ply. Lapisan terluar adalah kain tanpa anyaman dan kedap air. Lapisan kedua atau lapisan yang berada di bagian dalam adalah filter densitas tinggi. Lapisan terakhir yang bersentuhan langsung dengan bagian mulut dan hidung berfungsi sebagai penyerap droplet atau cairan yang dikeluarkan pada saat berbicara, batuk, maupun bersin.

Baca juga: Catat! Ini Kalender 2021: Libur Nasional & Cuti Bersama

JULOvers, itu dia 3 masker yang direkomendasikan oleh kementerian kesehatan. Kamu lebih memilih pakai masker yang mana? Yang mana pun boleh saja ya, JULOvers. Asalkan pakai masker yang sudah direkomendasikan oleh kementerian kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

Stay safe and keep healthy! 🙂

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*