Ajukan Pinjaman di Aplikasi Pinjaman Online Ilegal, Bagaimana Risikonya?

Jennika A/ Keuangan & Bisnis/ 0 comments

Pada situasi pandemi seperti ini banyak sekali masyarakat Indonesia yang membutuhkan dana untuk bisa mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Gaji yang tak sebanding dengan pengeluarannya ternyata membuat sebagian besar dari mereka memilih untuk melakukan pinjaman online OJK. Mereka beranggapan bahwa pinjaman online OJK ini sangat berperan penting ketika dibutuhkan dalam keadaan mendesak. Dibandingkan dengan meminjam ke teman, saudara atau bank yang prosesnya harus menggunakan jaminan, ternyata melakukan pinjaman online OJK menjadi solusi alternatif yang dilakukan oleh mereka untuk mendapatkan uang secara instan.

Seperti yang kita ketahui untuk proses pinjaman online OJK di masa sekarang ini sangatlah mudah, prosesnya yang cepat serta limit pinjaman yang ditawarkan oleh pinjaman online OJK pun cukup tinggi apalagi tanpa menggunakan jaminan apapun. So, pasti kalian tergiur dan ingin mencoba untuk melakukan pinjaman online OJK juga kan? 

Baca juga: Waspada Pinjaman Online Ilegal via SMS, Pastikan Kamu Pilih Fintech Legal!

Sayangnya di tengah kemajuan teknologi finansial, bermunculan juga pinjaman online ilegal yang tidak jarang meresahkan masyarakat. Bagi orang-orang yang belum pernah menggunakan pinjaman online OJK seringkali kurang memperhatikan legalitas penyedia pinjaman dan jatuh ke perangkap ‘pinjol’ terutama pinjaman online ilegal. Padahal pinjaman online yang tidak terdaftar OJK dapat sangat merugikan peminjam lho. Kemudahan dalam melakukan pinjaman online ilegal ternyata bisa menjadi penyebab peminjamnya menjadi candu dan justru melakukan gali lubang tutup lubang agar bisa mencukupi kebutuhannya.

Tak jarang kita sering kali mendengar berita-berita negatif tentang pinjaman online ilegal. Pentingnya pengetahuan tentang fintech lending legal dan berizin OJK sangat diperlukan sebelum melakukan pinjaman online. Jadi pastikan kembali dan usahakan dulu untuk searching sebanyak-banyaknya mengenai pinjaman online ilegal di internet yah. Jangan sampai alih-alih ingin mencukupi kebutuhan malah nanti bikin tambah beban. 

Baca juga: MelekFintech Part 2: Bagaimana Cara Mengenali Pinjaman Online Ilegal?

Bila diibaratkan madu atau racun, pinjaman online legal bisa dianalogikan dengan madu dan pinjaman online ilegal dianalogikan dengan racun. Keduanya berjalan secara bersamaan untuk menawari pinjaman kepada masyarakat, Namun, tetap saja penentu akhirnya adalah masyarakat yang menikmati layanan itu sendiri, mau minum madu atau racun?

Contoh kasus yang sering ditemui: seseorang mengajukan pinjaman di pinjaman online ilegal. Pengajuannya cukup mudah hanya bermodalkan foto KTP asli dan selfie dengan memegang KTP. Dalam hitungan menit dana yang diajukan sudah bisa cair. Setelah dana diterima, semua berjalan baik-baik saja tanpa ada keganjalan apapun. Ketika jatuh tempo, orang tersebut telat untuk melakukan pembayaran dari jatuh tempo selama 2 hari. Tanpa konfirmasi apapun, semua nomor kontak yang ada di HP orang tersebut diakses oleh pinjaman online illegal tersebut, tidak hanya itu saja bahkan dari penagihan pun meneror semua orang-orang yang ada di kontaknya. Jelas proses penagihan berisi ancaman dengan eksploitasi data pribadi seperti ini telah menyalahi aturan OJK.

Bunga dan Denda yang dikenakan Pinjaman online ilegal cukup tinggi sehingga sangat memberatkan peminjamnya. Bunga fintech peer-to-peer lending tidak boleh lebih dari 0,8% per hari dan total seluruh biaya termasuk denda adalah 100% dari nilai pokok Pinjaman. Biaya pinjaman ini diatur oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Berbeda dengan pinjaman online ilegal, pinjaman online yang telah terdaftar dan berizin OJK akan memberikan informasi bunga maupun denda secara transparan. Jelas perbedaan keduanya, sangatlah kontras. 

Nah, jika kamu terlanjur memiliki pinjaman di pinjaman online ilegal, berikut cara melaporkan pinjaman online ilegal yang bisa kamu lakukan:

  1. Cara Melaporkan Pinjaman Online Ilegal: Hubungi call center OJK di nomor 157
  2. Cara Melaporkan Pinjaman Online Ilegal: Sampaikan pengaduan melalui email konsumen@ojk.go.id
  3. Cara Melaporkan Pinjaman Online Ilegal: Mengirimkan form pengaduan online di situs resmi OJK
  4. Cara Melaporkan Pinjaman Online Ilegal: Menghubungi OJK melalui media sosial Twitter @aduankonten

 Empat cara di atas bisa kamu lakukan saat kamu sudah terlanjur ke “perangkap” pinjaman online ilegal ya, JULOvers. Jangan sungkan untuk melaporkan pinjaman online ilegal yang dirasa cukup meresahkan ini agar nantinya tidak ada lagi korban-korban baru yang terjebak di dalam perangkap pinjaman online ilegal. Mungkin bagi orang-orang yang sudah pernah melakukan pinjaman online, tentunya sudah lebih tahu pinjaman online apa saja yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.  Sehingga tidak heran jika mereka sering kali melakukan pinjaman online lebih dari 1 kali di aplikasi yang terpercaya seperti JULO,

Baca juga: Jangan Salah Pilih! Berikut Daftar 33 Fintech/Pinjaman Online Berizin Resmi OJK

Namun, bagi orang-orang yang baru akan mencoba melakukan pinjaman online OJK jika tanpa pengetahuan yang ada akan berdampak buruk kedepannya. Bukan hanya meresahkan diri sendiri saja, pinjaman online ilegal ini juga dapat meresahkan keluarga dari si peminjam lho. Data-data si peminjam pun dipastikan akan bocor dan tersebar di mana-mana. Kalian tidak mau kan mengalami kasus demikian juga. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pinjaman online ilegal ini jelas merugikan sekali.  Padahal di sisi lain pinjaman online lahir untuk mendorong inklusi keuangan dan menaikan taraf hidup masyarakat. Pengetahuan mengenai pinjaman online tentunya sangat penting agar kedepannya tidak berdampak buruk untuk diri sendiri maupun orang lain. Yuk, cari tahu dan kenali dulu sebelum meminjam!

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*