Yuk Simak, 5 Tips Agar Tidak Mudah Ditipu Lowongan Kerja Palsu!

Hera Oktavia/ Karir & Pendidikan/ 0 comments

JULOvers! Mencari pekerjaan ideal saat ini memang tergolong sulit. Karena banyak pilihan yang beragam mulai dari salary, lokasi kerja yang tidak sesuai, dan akhirnya itu membutuhkan effort atau ekstra waktu agar bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan diri kita sendiri.

Kalau kamu membuka internet dan mencoba mengetik “lowongan pekerjaan” di kolom pencarian, hasil dari lowongan pekerjaan tentu akan banyak bermunculan.. Nah walaupun begitu, kamu harus ekstra hati-hati di zaman yang serba canggih ini, karena tidak semuanya yang kamu lihat di internet itu valid.
Kalau kamu tidak hati-hati, kamu bisa dengan mudahnya ditipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan keadaan kamu yang sedang menganggur.

Banyak sekali lowongan kerja palsu yang telah beredar dan menelan banyak korban. Lowongan kerja palsu paling banyak ditemukan di situs dan aplikasi lowongan kerja online. Mengenali ciri-ciri lowongan kerja palsu tentunya tidak mudah, terutama bagi fresh graduate yang sebelumnya belum memiliki pengalaman mencari kerja.

Kali ini, JULO akan membagikan bagaimana cara agar kamu terhindar dari lowongan kerja palsu? Yuk, simak sama-sama dalam artikel kali ini!

  1. Perhatikan Penulisan Dalam Informasi Lowongan Pekerjaan

Nah, untuk membedakan lowongan kerja palsu, kamu bisa cek ada typo atau tidak. Jadi ketika kamu melihat sebuah lowongan pekerjaan, misalnya di internet, kamu harus melihat tata cara bahasanya atau penulisannya untuk lowongan kerja tersebut. Ketika kamu melihat typo atau kesalahan penulisan di sebuah lowongan kerja, kamu harus hati-hati, karena hal tersebut adalah salah satu indikasi bahwa itu lowongan kerja palsu.

  1. Cek Domain Email

Kamu juga bisa cek, email yang digunakan itu email gratisan atau bukan. Tapi, untuk saat ini hal tersebut masih menjadi perdebatan, karena di beberapa perusahaan masih menggunakan Gmail, dengan alasan perusahaan-perusahaan tersebut belum menjadi perusahaan dengan skala besar yang belum mampu membeli untuk domain mereka sendiri.

Tapi ketika kamu mendapatkan informasi mengenai sebuah lowongan kerja dan domain email menggunakan email gratisan, kamu harus berhati-hati karena biasanya itu indikasi dari sebuah penipuan dari lowongan kerja palsu.

  1. Cek Terlebih Dahulu Info Lowongan Kerjanya

Sebelum kamu mulai tergiur dengan lowongan kerja yang dipost, kamu harus cek terlebih dahulu apakah lowongan tersebut dibuka atau tidak di web perusahaan terkait secara resmi. Jika di web resmi perusahaannya saja tidak diinformasikan mengenai lowongan kerja tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa itu lowongan kerja palsu.

Baca juga: Ingin Cepat Diterima Kerja? Ini Cara Membuat CV Menarik!

  1. Cek Alamat Perusahaan

Nah, untuk menghindari lowongan kerja palsu, yang wajib kamu lakukan adalah mengecek alamat perusahaan. Coba lihat kamu diarahkan ke mana?

Apakah alamatnya sesuai dengan alamat resmi perusahaan terkait? Kalau sesuai, itu jadi berita baik. Biasanya perusahaan akan mengundang kandidat untuk melakukan psikotes atau interview langsung di perusahaannya.

Jadi, kalau kamu menemukan alamat yang janggal di info lowongan tersebut, harus mulai curiga info tersebut adalah lowongan kerja palsu.

  1. Cek Lokasi Interview

Coba kamu cek lokasi interview, bisa dijangkau atau tidak. Biasanya, HRD akan mengundang interview atau psikotes yang lokasinya masih bisa dijangkau oleh kandidatnya. Nah, kalau tiba-tiba di antara kamu ada yg mengundang untuk interview di luar kota atau di luar pulau, yang memerlukan waktu perjalanan berjam-jam, kamu harus waspada. Apalagi kalau kamu tidak disediakan fasilitas penginapan, transportasi, dan diminta transfer sejumlah uang untuk biaya lain-lain, itu adalah indikasi penipuan atau lowongan kerja palsu.

Berikut ini adalah contoh email lowongan kerja palsu. Yuk simak, hal apa saja yang mengindikasikan bahwa lowongan tersebut adalah lowongan kerja palsu.

Source: Google
  1. Logo

Biasanya perusahaan resmi tidak akan mencantumkan logo perusahaan di sisi kanan dan kiri sekaligus.

  1. Kop Surat Tidak Lengkap

Kop surat yang lengkap akan terdiri dari alamat lengkap, nomor telepon, alamat email, bahkan sampai nomor fax akan dicantumkan oleh perusahaan.

  1. Penulisan Tidak Rata Kanan dan Kiri

Tidak memperhatikan format rata kanan dan kiri sudah mengindikasikan bahwa lowongan kerja tersebut palsu. Seorang HRD tidak akan melakukan hal tersebut. Karena hal tersebut menunjukkan ketidak profesionalan seorang HRD.

  1. Penggunaan Tinta Berwarna Merah

Penggunaan tinta berwarna tentunya hal yang cukup berlebihan untuk dilakukan oleh perusahaan sebagai penegasan sebuah informasi. Umumnya, perusahaan hanya akan menggunakan tinta berwarna hitam dalam penulisan email.

  1. Tidak Ada Stempel

Akan sangat janggal apabila dalam surat atau email tidak menggunakan stempel pada bagian akhir pesan. Karena setiap perusahaan pasti akan memiliki stempel. Apalagi perusahaan dengan skala yang sudah besar, akan sangat mustahil jika tidak memiliki stempel.

Baca juga: Waspada Jejak Digital Kamu Di Media Sosial!

Selain yang telah JULO sampaikan di atas, berikut adalah contoh lain dari undangan seleksi melalui email, dengan domain email gratis yang banyak digunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Source: Google

Kamu harus berhati-hati dan jangan mudah terkecoh. Coba kamu perhatikan gambar di atas. Gambar nomor 1, mereka menggunakan email resmi dari PT. Tamba sebagai username mereka. Padahal email aslinya adalah yang ditunjukkan nomor 2, yaitu hrd.tamba@gmail.com. Domain email yang mereka gunakan adalah email gratisan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa lowongan tersebut adalah lowongan kerja palsu.

Yang paling mudah diketahui kalau itu penipuan adalah mereka tidak pernah membuat isi email, mereka hanya membuat subject email. Dari sini, kamu bisa dengan mudah mengetahui kalau itu penipuan. Karena saat perusahaan mengirimkan undangan seleksi, tidak pernah mengirimkan email kosong.

Yang terakhir, ini adalah contoh email undangan seleksi dengan isi email meminta transfer sejumlah uang.

Source: Google

Penipuan lowongan pekerjaan ini sering menggunakan kedok jasa travel. Pencari kerja biasanya akan dimintai sejumlah uang untuk melakukan sebagai biaya akomodasi dan transportasi, dan mereka menjanjikan akan mengganti pengeluaran tersebut.

Baca juga: Jangan Tertipu! Ini Cara Mengidentifikasi Fake Account di Media Sosial

Itu dia JULOvers, tips bagaimana agar kamu terhindar dari lowongan kerja palsu. Selalu waspada dan berhati-hati agar terhindar dari penipuan. Jika kamu mendapatkan email atau SMS mencurigakan terkait lowongan kerja, sebaiknya kamu konsultasikan terlebih dahulu dengan keluarga atau teman kamu. Akan lebih baik kamu cari informasi yang sebenarnya melalui internet.

Untuk kamu yang sedang mencari atau menunggu mendapatkan pekerjaan, tetap semangat! Karena kelemahan terbesar kita adalah saat menyerah. Cobalah terus mencari pekerjaan setiap hari, cari lowongan dari berbagai sumber termasuk situs pencari kerja. Karena bagaimanapun juga, semakin banyak kamu melamar pekerjaan, semakin besar pula kesempatan kamu mendapatkan panggilan interview. Terus berusaha dan sabarlah untuk menunggu.

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*